Home
Sharing - Networking - Developing

Primary links

  • Beranda
  • Rubrik
    • Bulletin
    • Pengumuman
    • Berita
      • Pendidikan
      • Kewirausahaan
    • Publikasi
  • Forum
    • Pengumuman
    • Diskusi Umum
    • Kampus
      • Institut Pertanian Bogor
      • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
      • Universitas Andalas
      • Universitas Indonesia
    • Program
      • Prestasi
      • Profesi
      • Reguler
    • Mailing List
  • Galeria
    • 100514: BISMA Leadership Camp 2010
    • 100501: Wirausaha Mastermind
    • 100424: Pemutaran Film di UNPAD
    • 100418: KSE UGM dan Titian
    • 100416: Annual Gathering 2010
  • Profil
    • Vision Mission
    • History
    • Milestones
    • The Board
    • Programs
      • Jenis Program
      • Prosedur Keanggotaan Beasiswa KSE 2009
      • Tata Cara Laporan Beasiswa
    • Statistics
    • User
  • Kontak
 
UI IPB ITS UNAND ITB UGM UNPAD
 

Kredit Tumbuh jika Politik Stabil pada 2010

  • View
  • Track
  • Berita
  

Selamat datang tahun 2010. Pasar keuangan dan industri perbankan di semester II-2009 sudah bisa kembali tersenyum karena ekonomi dunia berhasil terlepas dari masa terburuknya sejak depresi tahun 1930-an. Pada tahun 2009, indeks bursa efek Dow Jones di Amerika Serikat naik 17 persen.

Bahkan, indeks bursa efek di negara berkembang naik lebih tinggi, contohnya di Indonesia naik 75 persen. Kurs rupiah menguat ke level Rp 9.450 per dollar AS. Padahal, pada bulan Februari 2009 kurs rupiah masih bertengger di sekitar Rp 11.800. Suku bunga acuan Bank Indonesia turun sebesar 3 persen dari 9,5 persen ke 6,5 persen.

Sekadar kilas balik. Setelah Lehman Brothers dibangkrutkan (15 September 2008), ternyata sampai kuartal I-2009 kondisi pasar keuangan dunia darurat. Diperlukan kebijakan yang terkoordinasi 20 negara besar (G-20) untuk mengangkat ekonomi dunia.

Untuk mengatasi macetnya transaksi antarbank, Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke terpaksa pada kuartal IV-2008 menurunkan suku bunga ke 0,25 persen. Hal itu terpaksa harus dilakukan untuk menyelamatkan banyak lembaga keuangan agar sistem keuangan dunia yang sedang panik tak macet. Suku bunga 0,25 persen pun dipertahankan.

Sejak September 2008 sampai Februari 2009, Ben Bernanke terpaksa menginjeksi likuiditas ke pasar keuangan sebanyak 1,4 triliun dollar AS (setara 10 persen produk domestik bruto AS). Kata terpaksa sengaja dipakai karena memang itulah yang terjadi. Situasi darurat butuh kebijakan khusus.

Kebijakan penyelamatan sistem perbankan tersebut akhirnya menunjukkan hasil positif pada April 2009. Oleh karena itu, majalah internasional, Time, menobatkan Bernanke sebagai Man of The Year 2009. Karena tanpa kebijakan Bernanke, ekonomi dunia dipercayai akan makin terpuruk.

Di Indonesia, kebijakan penyelamatan sistem keuangan pada periode darurat pada kuartal IV-2008 adalah menurunkan giro wajib minimum, membuka fasilitas likuiditas kepada perbankan, menurunkan suku bunga, menaikkan penjaminan pemerintah atas dana tabungan per nasabah bank dari Rp 100 juta ke Rp 2 miliar, dan ”terpaksa” menyelamatkan bank kecil yang salah kelola, yaitu Bank Century.

Jika bank-bank kecil tidak diselamatkan dikhawatirkan akan menambah panik para penabung di Indonesia yang saat itu menghadapi situasi kurs rupiah yang melemah Rp 12.800 per dollar AS. Cadangan devisa turun drastis sebesar 7 miliar dollar AS.

Seperti di AS, pada masa darurat di September 2008-Maret 2009, maka tugas pengambil kebijakan sektor keuangan adalah mengembalikan kepercayaan deposan demi stabilitas sistem keuangan Indonesia. Tugas penegak hukum adalah menghukum pemilik dan manajemen lama Bank Century yang diduga melakukan tindak pidana.

Dengan kepala dingin masyarakat sebaiknya memilah-milah persoalan kasus Bank Century menjadi tiga bagian. Pertama, periode sebelum Bank Century diambil alih oleh pemerintah, mengapa regulator membiarkan bank tersebut dikelola oleh pemilik dan manajemen yang tidak ”berhati-hati”. Kedua, periode saat kondisi gawat darurat sistem keuangan pada kuartal IV-2008. Ketiga, periode setelah diambil alih oleh pemerintah. Tentang aliran dana setelah bank tersebut diambil alih, berilah kepercayaan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memeriksa.

Pada tahun 2010 ekonomi Indonesia masih akan dipengaruhi oleh faktor global dan dalam negeri. Ini di luar faktor bencana alam yang sering melanda Indonesia. Faktor global cukup positif. Restrukturisasi perbankan hampir selesai sehingga kredit perbankan global diharapkan kembali berfungsi.

Kekhawatiran akan kolapsnya segmen properti komersial di AS tampaknya tidak terjadi. Ekonomi AS diperkirakan akan pulih signifikan dari minus 2,5 persen tahun 2009 menjadi positif 2,5 persen pada tahun 2010. Ekonomi Eropa akan tumbuh dari minus 4,0 persen menjadi positif 0,9 persen. Ekonomi Jepang akan berbalik dari minus 5,3 persen menjadi positif 1,8 persen.

Ekonomi Asia dan negara berkembang berpenduduk besar, seperti Brasil dan Rusia, akan terus melaju. Ekonomi China diperkirakan tumbuh 9 persen hingga 10 persen di tahun 2010 dan ekonomi India diperkirakan tumbuh 6,5 persen hingga 7,5 persen.

Oleh karena suku bunga dollar AS yang rendah, aliran dana ke pasar modal negara berkembang dan ke pasar komoditas akan berlanjut pada tahun 2010. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh dari 4,3 persen pada tahun 2009 menjadi 5,2 persen sampai dengan 5,7 persen pada tahun 2010.

Dengan valuasi saham yang tidak lagi murah, yaitu rasio pendapatan (price to earning ratio/PER) 13 kali, bursa saham Indonesia masih mempunyai peluang untuk naik 10 persen sampai 15 persen pada tahun 2010.

Tentu saja asumsi yang mendasari prediksi positif ini adalah adanya stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri sehingga pemerintah akan mampu secara efektif melakukan terobosan dalam pembangunan sektor infrastruktur. Dan, dunia usaha merasa nyaman untuk melakukan ekspansi usaha dan menarik kredit perbankan.

Akan tetapi, jika politik terus memanas seperti pada kuartal IV-2009, skenario positif tersebut berisiko sirna. Setelah pemilu usai, per Oktober 2009 ternyata pertumbuhan kredit hanya 6 persen terhadap Oktober 2008. Ini suatu tingkat pertumbuhan kredit yang jauh di bawah ekspektasi.

Jika politik stabil, maka dengan suku bunga yang relatif rendah (6,5 persen) serta likuiditas perbankan yang memadai (loan to deposits ratio/LDR) sektor perbankan hanya 74 persen) dan kecukupan modal CAR yang cukup tinggi (17,5 persen), kredit perbankan memiliki potensi tumbuh 15 persen hingga 25 persen pada tahun 2010.

Justru sebelum suku bunga AS yang mungkin mulai naik pada kuartal III-2010, dunia usaha sebaiknya menggunakan kreditnya. Jika politik tenang, pasar modal akan stabil sehingga pemerintah dan dunia usaha bisa memanfaatkan pasar modal dalam negeri untuk pembiayaan anggaran dan ekspansi usaha. Ada sekitar Rp 64 triliun surat utang negara (SUN) dalam bentuk rupiah yang jatuh tempo pada tahun 2010 yang perlu dibiayai kembali.

Bagaimana cara dan kapan bank sentral AS menarik kembali ekses likuiditas adalah fokus perhatian dunia. Yang harus kita waspadai, pergerakan harga komoditas. Jika ekses likuiditas di pasar keuangan global terlalu lama dibiarkan oleh otoritas moneter dunia, jangan heran bila komoditas tambang, energi, dan perkebunan menjadi ajang spekulasi lagi.

Dengan demikian, ada kemungkinan harga minyak mentah tahun 2011-2012 akan naik lagi menjadi jauh di atas 100 dollar AS per barrel yang kemudian akan merembet kepada kenaikan signifikan harga kelapa sawit dan minyak goreng seperti pada awal 2008.

Mirza Adityaswara, Analis Perbankan dan Pasar Modal

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/04/03210571/..kredit.tumbuh.jik...

  • Printer-friendly version
  • Send to friend
  • PDF version
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Google

Mitra Kerja

Paguyuban KSE

Publikasi

Rabobank Postgraduate Scholarship Poster
Rabobank Postgraduate Scholarship Brochure
Buletin Kerabat #4 Oktober 2009
Buletin Kerabat #3 April-September 2009
Buletin Kerabat #1 November-Desember 2008

Forum

  • Peserta Seleksi Wawancara UI 2010
  • Disbursement Tahap 6 (Juni 2010)
  • UI: Daftar Peserta Wawancara Paguyuban untuk Beasiswa KSE 2010/2011
  • Disbursement Tahap 5 (Mei 2010)
  • Disbursement Tahap 4 (April 2010)

Webmail

 
  

  • Site Counter: 2,457,207
  • Unique Visitor: 49,317
  • Blocked Users: 0
  • Your IP: 38.107.191.89
copyright @2010 - karyasalemba4.org